JAKARTA – Program Sekolah Rakyat semakin mempertegas komitmen pemerintah dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak Indonesia, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kehadiran program ini dinilai bukan sekadar bantuan pendidikan sementara, melainkan langkah jangka panjang untuk mengurangi kemiskinan melalui akses pendidikan yang merata dan berkeadilan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyebut Sekolah Rakyat sebagai bentuk nyata pemenuhan hak anak. Menurutnya, konsep pendidikan berbasis asrama mampu menciptakan lingkungan yang aman sekaligus mendukung perkembangan anak secara menyeluruh, khususnya bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa hak memperoleh pendidikan berkualitas telah dijamin melalui berbagai aturan nasional maupun konvensi internasional yang telah diratifikasi pemerintah. Karena itu, pelaksanaan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari tanggung jawab negara dalam memenuhi hak dasar setiap anak Indonesia.
Tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan akademik, program ini juga dirancang untuk membangun karakter dan keterampilan sosial siswa. Pemerintah turut memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi, mulai dari makanan bergizi hingga layanan kesehatan rutin.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar anak-anak dapat tumbuh dalam kondisi yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan mental maupun sosial mereka.
Dalam pelaksanaannya, pola pengasuhan keluarga juga tetap menjadi perhatian utama. Meski siswa tinggal di asrama, keterlibatan orang tua tetap diperkuat melalui kerja sama dengan pihak sekolah. Dengan begitu, proses pendidikan dan pembinaan anak tetap berjalan selaras antara keluarga dan lingkungan pendidikan.
Sekolah Rakyat sendiri mengacu pada empat hak dasar anak, yakni hak hidup, hak tumbuh dan berkembang, hak perlindungan, serta hak untuk berpartisipasi. Seluruh siswa mendapatkan akses pendidikan gratis, pemeriksaan kesehatan berkala, makanan bergizi, hingga perlindungan dari risiko eksploitasi seperti pekerja anak.
Kebijakan tersebut dianggap sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang selama ini sulit menjangkau layanan pendidikan formal.
Keberhasilan program ini juga ditopang kolaborasi lintas sektor. Sejumlah kementerian terlibat dalam penyusunan modul perlindungan anak, pelatihan tenaga pendidik, hingga proses monitoring dan evaluasi program secara berkala.
Sinergi antarinstansi itu membuat Sekolah Rakyat tidak hanya berdiri sebagai program pendidikan biasa, tetapi menjadi bagian dari sistem pembangunan sosial yang lebih terintegrasi.
Apresiasi turut diberikan kepada para kepala sekolah, guru, dan wali asrama yang terlibat langsung dalam program tersebut. Dedikasi mereka dinilai berperan besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak.
Di daerah, dukungan juga datang dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Ia menilai para siswa Sekolah Rakyat memiliki potensi besar yang perlu dibina melalui pendampingan yang tepat dan berkelanjutan.
Menurut Khofifah, kerja sama antara pemerintah daerah, sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar setiap persoalan yang dihadapi siswa dapat segera ditangani secara efektif.
Pendekatan kolaboratif tersebut diyakini mampu menjadikan Sekolah Rakyat sebagai ruang pengembangan potensi anak, bukan sekadar tempat belajar formal. Dengan dukungan yang tepat, anak-anak dari keluarga rentan memiliki peluang yang sama untuk meraih masa depan lebih baik.
Sementara itu, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat memang dirancang untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh optimal oleh sistem pendidikan nasional.
Program ini disusun berdasarkan pemetaan potensi individu sehingga setiap anak dapat memperoleh pola pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.
Saifullah berharap lulusan Sekolah Rakyat nantinya tidak hanya memiliki pendidikan yang baik, tetapi juga karakter kuat dan keterampilan yang mendukung kemandirian. Para siswa diharapkan mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi atau masuk ke dunia kerja sebagai tenaga terampil.
Lebih jauh, program ini diproyeksikan menjadi salah satu instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan jangka panjang. Dengan akses pendidikan yang layak dan berkualitas, anak-anak dari keluarga rentan memiliki kesempatan lebih besar untuk memperbaiki taraf hidup mereka di masa mendatang.
Penulis: Listo
Editor: Redaksi












