JAKARTA – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tidak hanya berlandaskan aturan, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan dan hati nurani.
Pesan tersebut disampaikan saat menutup Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reserse Kriminal Polri Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Dalam arahannya kepada jajaran Reserse Kriminal dari berbagai daerah, Wakapolri menyoroti konsep O2H sebagai prinsip utama dalam menjalankan tugas kepolisian. Konsep itu menggabungkan kemampuan berpikir, ketegasan tindakan, dan penggunaan hati nurani dalam setiap proses penegakan hukum.
“Polri harus bekerja dengan melibatkan O2H, yaitu otak, otot, dan terutama hati dalam nurani hukum,” ujar Wakapolri.
Ia menilai, aparat penegak hukum saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis dan keberanian bertindak. Menurutnya, anggota Polri juga harus memiliki empati, rasa keadilan, dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat.
Wakapolri menegaskan bahwa penegakan hukum yang ideal harus mampu menghadirkan tiga unsur sekaligus, yakni kepastian hukum, rasa keadilan, dan manfaat nyata bagi publik.
Dalam kesempatan itu, ia turut memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran Reskrim Polri mulai dari tingkat Mabes hingga Polsek atas kontribusi mereka dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh jajaran Reskrim Polri atas pelaksanaan tugas penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat yang telah dijalankan dengan baik,” katanya.
Menurutnya, berbagai capaian yang diraih jajaran Reskrim di berbagai wilayah telah membantu menjaga stabilitas keamanan nasional sekaligus mendukung program prioritas pemerintah.
Ia juga menyebut Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian positif terhadap peran Polri dalam mendukung sejumlah agenda strategis nasional, seperti ketahanan pangan, energi, hingga program pembangunan lainnya.
Rakernis Reskrim Polri 2026 sendiri dinilai menghadirkan pembahasan yang komprehensif karena melibatkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu. Materi yang dibahas tidak hanya menyangkut aspek teknis dan strategis, tetapi juga penguatan integritas, keimanan, dan ketakwaan personel.
Selain itu, forum diskusi kelompok dan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan disebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara dan kesiapan menghadapi tantangan tugas ke depan.
Wakapolri juga menyoroti tingginya perhatian masyarakat terhadap penegakan hukum di tingkat kewilayahan. Berdasarkan analisis pengaduan publik sepanjang 2026, pengawasan terhadap kinerja kepolisian masih banyak tertuju pada Polsek, Polres, hingga Polda.
Karena itu, ia meminta seluruh jajaran memperkuat kualitas pelayanan serta pengawasan internal, terutama di tingkat Polsek yang menjadi garda terdepan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, koordinasi antarlevel harus berjalan optimal. Ketika Polres atau Polsek menghadapi kendala, Polda diminta segera memberikan asistensi. Sementara jika hambatan terjadi di tingkat Polda, maka Mabes Polri wajib turun melakukan pendampingan.
Selain penguatan sistem kerja, Wakapolri juga menekankan pentingnya sensitivitas dalam menangani perkara perempuan dan anak. Ia meminta profesionalisme penyidik terus ditingkatkan disertai komitmen menjaga integritas dalam setiap tahapan penegakan hukum.
Di sisi lain, beban kerja penyidik yang cukup tinggi turut menjadi perhatian. Saat ini, rata-rata penyidik menangani sekitar 25 hingga 50 perkara setiap tahun. Karena itu, Bareskrim Polri disebut terus berupaya meningkatkan jumlah sekaligus kualitas personel penyidik.
Menjelang peringatan Hari Bhayangkara, Wakapolri mengingatkan seluruh jajaran Reskrim agar mempertahankan capaian positif yang telah diraih sekaligus menekan potensi pelanggaran di lingkungan kerja.
Ia berharap kualitas pelayanan dan penegakan hukum terus diperkuat sehingga kehadiran Polri benar-benar memberikan manfaat dan rasa keadilan bagi masyarakat luas.
Penulis: Tim Redaksi
Editor: Tim Redaksi












