Berita

Mahasiswi Asal Bondowoso Hilang, Orang Tua Seret Nama Oknum Kiai di Situbondo

×

Mahasiswi Asal Bondowoso Hilang, Orang Tua Seret Nama Oknum Kiai di Situbondo

Sebarkan artikel ini
Mahasiswi Asal Bondowoso
Ilustrasi

Situbondo, referensinews.net – Kasus hilangnya seorang mahasiswi asal Kabupaten Bondowoso bernama Faizah Rodiah (21) mulai menyita perhatian publik. Perempuan muda tersebut dilaporkan hilang secara misterius usai berpamitan kepada temannya untuk menunaikan salat saat berada di lingkungan Kampus STKIP Situbondo, Senin, 4 Mei 2026.

Hingga kini, keberadaan Faizah belum diketahui. Keluarga pun menduga kuat hilangnya korban berkaitan dengan seorang oknum pengasuh pondok pesantren ternama di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo yang berinisial YZ.

Pada hari kejadian, Faizah diantar langsung oleh ayahnya, Aswito, ke kampus sekitar pukul 12.00 WIB. Namun satu jam kemudian, tepatnya sekitar pukul 15.00 WIB, Faizah berpamitan kepada rekannya untuk melaksanakan salat Ashar.

Sejak saat itu, korban tidak pernah kembali.

Aswito mengaku sengaja tidak langsung pulang setelah mengantar anaknya kuliah. Ia memilih menunggu di kawasan Royal dekat kampus karena sebelumnya Faizah pernah menghilang dan ditemukan di wilayah Besuki.

“Saya memang sengaja menunggu sampai anak saya selesai kuliah karena sebelumnya pernah hilang,” ujar Aswito.

Kecurigaan keluarga terhadap YZ bukan tanpa alasan. Sebelum korban menghilang, Faizah disebut pernah mengalami dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum pengasuh pondok pesantren tersebut.

Aswito mengaku pernah mendatangi langsung YZ untuk meminta penjelasan terkait dugaan perlakuan terhadap putrinya. Dalam pertemuan itu, kata Aswito, YZ mengakui pernah memeluk dan mencium korban.

“Saya tanya anak saya diapakan. Dia jawab hanya dipeluk dan dicium,” ungkap Aswito.

Situasi semakin memanas setelah keluarga memperoleh informasi bahwa pada Rabu, 13 Mei 2026, atau beberapa hari setelah Faizah hilang, YZ bersama keluarga mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kapongan untuk mengurus permohonan poligami.

Baca juga:
Cara Pasang Google Analytics 4 dan Search Console Langkah demi Langkah

Namun pengajuan tersebut dikabarkan ditolak lantaran syarat administrasi tidak lengkap, termasuk tidak hadirnya calon perempuan yang disebut bernama Faizah Rodiah.

Keluarga menilai fakta tersebut semakin menguatkan dugaan adanya hubungan antara hilangnya korban dengan oknum pengasuh pondok pesantren itu.

Pada 16 Mei 2026, pihak keluarga resmi melaporkan kehilangan Faizah ke Polres Situbondo. Upaya mediasi kemudian dilakukan Kepala Desa Kesambirampak, Legiyono, pada Minggu, 17 Mei 2026, dengan mempertemukan keluarga korban dan pihak YZ di kantor desa setempat.

Namun mediasi tersebut tidak berjalan maksimal karena YZ bersama istri dan keluarganya disebut tidak menghadiri undangan.

Sehari berselang, Senin, 18 Mei 2026, Aswito kembali mendatangi aparat kepolisian dan melaporkan YZ ke Polsek Kapongan atas dugaan keterkaitan dengan hilangnya putrinya.

Aswito juga mengaku memegang sejumlah bukti komunikasi, termasuk voice note WhatsApp yang disebut berasal dari YZ. Saat ini, telepon genggam milik Faizah berada dalam penguasaan pihak keluarga.

Sementara itu, tim media yang mencoba melakukan konfirmasi langsung ke kediaman YZ tidak berhasil menemui yang bersangkutan. Seorang santri di lokasi menyebut YZ sedang tidak berada di tempat.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait laporan kehilangan Faizah Rodiah dan dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam kasus tersebut. (Tim/Red)